11 Langkah Untuk Sejahtera
Law of Attraction, atau Hukum Tarik-Menarik, menyatakan bahwa kita menarik ke dalam kehidupan kita apa yang kita proyeksikan ke alam semesta. Penuh berisi cerita, tip, dan latihan, 11 Langkah untuk Sejahtera Lahir Batin membantu kita menyesuaikan pikiran, bahasa, dan emosi kita. Sudah saatnya kita menghentikan aliran energi negatif dan belajar memproyeksikan energi positif—setiap saat.
Sonia Ricotti menunjukkan cara menjalani kehidupan impian kita dengan menerapkan 11 langkah sederhana untuk menikmati kedamaian batin dan kebahagiaan di semua bidang.
+ Langkah PERTAMA:
Memutuskan Apa yang Anda Inginkan
+ Langkah KEDUA:
Memilih Pikiran dan Perasaan Anda
+ Langkah KETIGA:
Mengingat Tujuan Anda
+ Langkah KEEMPAT:
Membuang Makna
+ Langkah KELIMA:
Melepaskan
+ Langkah KEENAM:
Memaafkan
+ Langkah KETUJUH:
Membebaskan Masa Lalu
+ Langkah KEDELAPAN:
Mensyukuri
+ Langkah KESEMBILAN:
Memilih Teman Anda dengan Hati-Hati
+ Langkah KESEPULUH:
Menghubungkan Pikiran, Tubuh, dan Jiwa
+ Langkah KESEBELAS dan TERAKHIR:
Mengizinkannya
15.14 | Label: Artikel | 0 Comments
Menyembuhkan Luka Batin
Ada sebuah kisah inspiratif yang dapat saya ambil dari buku pertama Anthony Dio Martin yang berjudul Emotional Quality Management. Kisahnya begini. “Ada sebuah kisah tentang sebuah rumah. yang kebetulan dihuni seekor monster yang menetap di ruang bawah tanah. Sang pemilik rumah tahu tentang kehadiran monster itu. Jika merasa terusik, monster itu akan keluar menjahati, mengganggu bahkan memangsa siapa pun yang ada di dalam rumah, kecuali pemilik rumah itu. Hal ini membuat si pemilik rumah menyatakan perang dengan si monster. Namun, monster itu tak pernah berhasil diusir keluar. Maka monster itu pun dikurung di ruang bawah tanah. Tetapi, monster itu selalu mampu menemukan jalan keluar. Bertahun-tahun, monster itu selalu mengancam kehidupan pemilik rumah. Hingga akhirnya, pemilik rumah memutuskan untuk membiarkan monster itu naik, dan tinggal di ruang dalam. Ruang bawah tanah pun dihancurkannya. Monster itu, ternyata merasa tidak tahan terus- terusan tinggal di dalam rumah. Monster itu pun pergi…. Selamanya!” Kisah di atas saya pakai untuk menggambarkan soal berbagai ‘monster’ kepahitan, rasa sakit, luka ataupun kepedihan yang kita simpan terus-menerus dalam diri kita. Hikmahnya, selama tidak pernah diselesaikan, kepedihan itu akan terus-menerus menghantui dan mengganggu kehidupan kita. Itulah sebabnya, ada benarnya saat Milton Wrad, penulis buku The Brilliant Function of Pain (Fungsi Brilian dari Rasa Sakit), mengatakan, “Fearing pain, fighting pain, avoiding pain or ignoring pain, only increasing it. Flow with it”. Artinya, ketakutan pada rasa sakit, melawan rasa sakit, menghindari rasa sakit dan mengelak dari rasa sakit hanya akan meningkatkan rasa sakit kita. Mengalirlah dengan rasa sakit itu. Hal ini terutama benar, khususnya kalau kita bicara soal rasa sakit emosional. Setiap orang pastilah pernah memiliki luka emosional. Bagi segelintir orang, luka tersebut menjadi luka batin berkepanjangan. Namun, di pihak lain ada yang bisa memilih untuk tidak menjadi terhambat karena luka-luka tersebut. Saya ingat, ada dua wanita yang pernah dilecehkan secara seksual oleh orangtuanya. Satunya hidup menderita dan mulai membenci semua laki-laki. Satunya lagi, bisa belajar memaafkan dan memulai lembaran hidup baru dengan lebih berhati-hati memilih pasangan. Wanita yang kedua ini, bisa kembali menjalani hidupnya secara tegar. Saat ditanya, bagaimana filosofi hidupnya dan mengapa dia bisa bertahan, jawabnya sederhana, “Pain is inevitable. Suffering is optional.” (mengalami rasa sakit itu lumrah, tidak akan terhindari. Tapi menderita itu adalah soal pilihan kita). Sebuah filosofi hidup yang menarik. 6 Langkah Ada baiknya juga jika kita menggunakan momen berpuasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga untuk membereskan luka-luka pada diri kita. Secara psikologis, ada enam langkah proses penyembuhan luka batin yang bisa kita lakukan pada diri kita. Pertama, identifikasi. Yakni mengidentifikasikan kembali isu-isu lama yang pernah membuat Anda terluka. Banyak orang enggan melakukannya, karena takut membangunkan ‘monster’ yang tertidur. Namun, selama hanya ditimbun dan tidak diselesaikan secara tepat, maka monster ini akan terus-menerus mencari cara mengganggu kehidupan kita. Cara terbaik adalah menghadapinya dengan gagah berani dan sikap yang positif. Itulah sikap terbaik menghadapi luka-luka lama kita. Kedua, kaitkan. Tanyakanlah pada diri Anda bagaimana luka-luka batin itu berpengaruh terhadap kehidupan Anda sekarang. Bagaimanakah hal itu mengganggu proses Anda sekarang. Kaitkan isu lama Anda dengan situasi yang Anda alami sekarang. Biasanya luka batin serta pengalaman tak menyenangkan pada masa lampau memberikan pengaruh terhadap apa yang terjadi saat ini. Semakin banyak Anda terpengaruh, semakin Anda perlu membereskan. Ketiga, pikirkan. Pikirkan apa yang mau diubah. Pikirkan pula, apa akibatnya bagi diri Anda jika hal tersebut dapat diubah dan diselesaikan. Pikirkan pula apa akibatnya jika ternyata Anda tidak mengubahnya sama sekali. Keempat, afirmasi. Di langkah keempat ini, lakukanlah afirmasi terus-menerus kepada diri sendiri, bahwa Anda perlu, ingin serta memilih untuk berubah. Berlajarlah untuk mengatakan, “Luka ini menyiksaku, tetapi saya lebih kuat dan saya ingin menyelesaikan sehingga luka ini tidak lagi menghalangi hidupku”, Ayo. Diriku lebih kuat dari luka ini.” Saya tidak akan membiarkan luka ini mengganggu hidupku. Itulah pilihanku”. Kelima, ventilasi emosi. Di sinilah kita ditantang untuk memventilasikan emosi kita secara positif. Arti sederhananya, Anda perlu mencari cara untuk menyalurkan kemarahan tersebut secara sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas atau kegiatan seperti menulis diary, membagikan dengan orang lain, berbicara dengan seorang ahli, berolah raga, yoga, meditasi, dan masih banyak aktivitas lainnya. Akhirnya, tahap keenam penyembuhan. Di sinilah kita mencoba melakukan proses penyembuhan baik secara mental maupun spiritual. Dalam tahapan ini, kita bisa membingkai ulang dengan memaknai secara berbeda apa yang terjadi ataupun mengganti kesan kita yang negatif soal luka itu, dengan pikiran positif. Sebenarnya, hingga di langkah keenam ini, kita sudah menyelesaikan secara pribadi. Namun, jika diperlukan, langkah ini pun bisa dilanjutkan dengan menyelesaikan hal ini dengan penyebab luka batin Anda yang masih hidup. Misalkan ada seorang anak dari istri pertama yang diusir keluar rumah oleh ayahnya, setelah ayahnya menikah dengan istri kedua. Hal ini menimbulkan luka batin cukup lama, tapi akhirnya setelah belajar proses di atas, dia bisa menelepon papa-nya dan mengatakan, “Papa, meskipun papa pernah usir saya dan saya terluka, saya mau bilang saya memaafkan papa hari ini.” Bertahun-tahun kemudian, saat ditanya sahabatnya bagaimana dia mampu melakukannya, dia hanya berkata, “Saya menerima papa untuk menunjukkan bahwa diri saya lebih baik dari diri papa!” Dalam kesempatan ini pula, mari kita belajar perlakukan luka batin kita dengan ramah. Lihat kembali luka itu, dan jangan ditolak. Belajarlah menerima kenyataaan dan perlakukan rasa sakit kita tersebut dengan ikhlas. Itu semua adalah pelajaran penting dalam hidup kita. Hingga akhirnya, kita harus belajar mengatakan “Terima kasih luka batinku. Ini nggak nyaman tapi terima kasih. Kau sudah memberikan pelajaran penting bagi hidupku!”. Pada akhirnya, semua luka batin yang tersembuhkan dalam hidup kita akan menjadi kebijaksanaan yang penting. Itulah sebabnya orang mengatakan, “Wisdom is a healed pain”. Begitulah. Rasa sakit dan luka batin yang telah disembuhkan, akan menjadi kebijaksanaan baru buat kita! Selamat menjalankan ibadah puasa dengan hati yang damai.
15.09 | Label: Artikel | 0 Comments
Islam Tidak Melarang Cinta
Islam tidak melarang cinta. Namun Islam melarang melampaui batas karena cinta dalam bentuk apapun, baik dengan pendengaran, ucapan, maupun sentuhan yang tidak diperkenanan syara’Kalau pandangan yang terus menerus saja dilarang dalam Islam, lalu bagaimana dengan pertemuan yang tidak dibolehkan syara’? Nabi bersabda ”Wahai Ali, janganlah kau ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama adalah bagimu dan pandangan yang kemudian bukanlah bagimu.” (HR. Tirmidzi dihasankan oleh Al-Albani) Dari Abdullah bin Mas’ud., bahwa ia berkata: ”Rasulullah SAW telah bersabda: ”Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lainnya kemudian melukiskan kepada suaminya (keadaan wanita tersebut) seakan-akan suaminya melihat wanita itu (HR. Bukhari) Maksudnya, janganlah seorang istri menceritakan perihal wanita lain kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihat wanita tersebut. Wahai Pencinta!… kiaskanlah keadaanmu dengan hadist ini agar kamu mengetahui batas-batas hakmu bersama gadis yang kau cintai. Perhatikanlah juga keadaanmu wahai saudariku yang sedang kasmaran dengan membandingakan keadaanmu terhadap hadist ini agar kamu mengetahui batasan-batasan hakmu bersama dengan orang yang kau cintai. Sebagaimana telah kami katakan bahwa dalam Islam menegakkan kehidupan berdasrkan cinta dan kasih sayang yang sidyariatkan. Rasulullah SAW sendiri sangat mencintai khadijah. Beliau bersabda: Allah tidak memberikan kepadaku ganti yang lebih baik daripada dia. Ia telah beriman kepadaku ketika orang lain mengingkariku. Ia membenaranku ketika orang-orang mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya ketika orang lain menghalangiku. Allah menganugerahkan anak-anaknya untukku dan di menghalangiku dari anak-anak yang lain.” (HR. Ahmad) Pada suatu hari, sesudah wafatnya Khadijah, tampak Halah binti khuwailid, saudari khadijah bertamu ke rumah ’Aisyah sementara pada saat itu Rasulullah SAW sedang berada di halaman. Halahpun mengucapkan salam sedangkan suaranya mirip dengan suara Khadijah, sang istri yang mulia, berharga dan kekasih hati Nabi SAW. Hati Nabi bergetar seketika sehingga lidahnya mengucapkan: ”Ya Allah, Halah,” Dalam riwayat Muslim disebutkan:”Ya Allah Halah Binti Khuwailid.” ’Aisyah berkata:”Aku menjadi cemburu dan berkata: ’Apakah yag membuatmu terus teringat kepada salah satu wanita tua Quraisy yang merah sudut mulutnya (kinayah terhadap lanjut usianya) dan telah meningal dunia, sedangkan Allah telah memberikan ganti yang lebih baik untukmu daripadanya (karena Aisyah masih sangat muda dan cantik).” Rasulullah SAW mwnjdai sangan marah dan bersabda: ”Demi Allah, Allah tidak memberikan ganti yang lebih baik daripada dia…………(sesuai dengan hadist riwayat Ahmad di atas, yang juga diriwayatkan Muslim). Apabila Rasulullah SAW menyembelih seekor kambing, beliau bersabda: ”kirimkanlah untuk sahabat-sahabat Khadijah.” ’Aisyah berkata:”Pada suatu hari akue membuatnya marah dengan berkata: ”Khadijah?” Rasulullah SAW bersabda: ”Aku telah dikaruniai perasan cinta kepadanya.” (HR Muslim) Wahai saudaraku muslim, bisakah engkau melukiskan cinta ini? Wahai saudariku Muslimah bisakah engkau melukiskan cinta ini? Adakah di antara kita yang menginginkan cinta seperti Rasulullah SAW kepada Khadijah? Barangsiapa yang mengatakan bahwa Islam melarang cinta maka ia telah keliru. Islam senantiasa beriringan dengan cinta suci dan terjaga lagi mulia yang tidak lekang oleh waktu, tidak pudar karena menikah dengan wanita yang muda lagi cantik, tidak digoyahkan oleh kekayaan setelah sebelumnya miskin, tidak diubah oleh sakit sesudah sehat, dan tidak pula mampu digeser mati sesudah hidup. Dikutip dari buku “Menuntun Cinta Menuju Surga”
15.06 | Label: Artikel | 0 Comments
Letak Kecantikan Wanita
Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan.
Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.
Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing,bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan.
Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.
Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.
Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali,dan diampuni.
Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur.
Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya.
Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.
Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.
Kecantikan wanita ada pada sikap lembutnya, yang terpancar dari keihlasan hati dalam merawat dan menjaga keluarga “Wanita yang cantik Adalah Wanita yang bisa menjaga harga dirinya”
14.50 | Label: Artikel | 0 Comments
Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia tidur sudah tak akan tampakl wajah bengisnya Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inlah rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm..kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Oang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomelini kita semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu , suami , istri, kakak, adik, anak, sahabat, semuanya. Rasakan sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Raskan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang talah dilakukan orang-orang itu untuk kebagaiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namaun enggan merka ungkapkan. dan Ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata : ” betapa lelahnya aku hari ini.” dan penyebab lelah itu ? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang
bekerja mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
renungan untuk kita semua…
Resapilah kenangan2 manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah2 mereka… Rasakan betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua… Bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka ” orang2 terkasih itu ” tak membuka matanya,…..selamanya
14.24 | Label: Artikel | 0 Comments
Bertanya tentang CINTA dan KEHIDUPAN
Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”. Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?” Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”.
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu perkawinan?
Bagaiman a saya bisa menemukannya?” Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu? Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”
Cinta, semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, kita dapatkan ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan, tidak ada sesuatupun yang didapatkan.
Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Ketika kita menemukan cinta, terimalah cinta apa adanya.bukan yang sempurna tapi yang bisa menyejukan jiwa. Jadikan hati sebagai ukuran!
Pernikahan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kita mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kita dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan pernikahan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu tidak bisa kita miliki.
Hidup adalah pilihan, terlalu banyak pilihan yang harus dipilih, setiap orang punya ukuran sendiri dalam memilih. Yang terbaik adalah bersyukur! Semoga petunjuk- Nya selalu bersama kita.
14.03 | Label: Artikel | 0 Comments